Biaya Pemasangan Fire Alarm

Instalasi Fire Alarm pada tempat umum yang tertutup atau gedung-gedung seperti apartemen, kantor, mall, dan lain-lain sangat penting.

Pasalnya, Fire Alarm memiliki fungsi mendeteksi kebakaran dan mengirimkan sinyal sehingga alarm secara otomatis dibunyikan.

Hal ini dapat membantu kobaran api tidak bertambah besar dan segera ditangani, serta meminimalisir atau mencegah adanya korban jiwa.

Untuk memasang Fire Alarm pada sebuah gedung diperlukan Biaya Pemasangan Fire Alarm.

Umumnya, biaya pemasangan alat ini dibanderol sekitar Rp300.000 yang terdiri dari alarm bell, MFP dan indicating lamp.

Sedangkan pemasangan detector pada Fire Alarm System dipatok per buah berkisar antara Rp150.000 hingga Rp250.000.

Jenis Sistem yang Ada Pada Fire Alarm

Fire Alarm memiliki sistem yang berfungsi untuk mendeteksi gejala kebakaran dan mengirimkan sinyal pada pusat kontrol sehingga alarm aktif.

Sejauh ini, terdapat 3 jenis sistem yang berbeda yang dibuat sesuai dengan kebutuhan yang dijelaskan sebagai berikut.

Sistem Konvensional

Sistem konvensional menggunakan detektor-detektor dan Main Control Fire Alarm (MCFA/Control Panel) yang bersifat konvensional.

Pada sistem ini, tiap perangkat input yang terhubung pada MCFA dikelompokkan berdasarkan zona dan terdiri dari beberapa detektor.

Saat terjadi kebakaran, sistem menerima sinyal dari semua detektor secara paralel tanpa informasi alamat lokasi mana yang terbakar.

Oleh karena itu, sistem ini lebih cocok digunakan pada gedung kecil sehingga ruang atau lokasi kebakaran dapat segera ditemukan.

Sistem Semi Addressable

Pada Sistem Semi Addressable, MCFA yang digunakan sudah addressable, walaupun detektor-detektornya masih konvensional.

MCFA yang addressable memungkinkan untuk mengetahui secara persis alamat masing-masing detektor yang digunakan.

Hal ini juga dipengaruhi kerja Module Fire Alarm yang mampu membaca dan meneruskan sinyal detektor pada control panel.

Sistem Semi Addressable pada Fire Alarm dapat mencakup lebih banyak detektor dibanding Sistem Konvensional.

Sistem Addressable

Sistem Fire Alarm yang terakhir yakni Sistem Addressable dimana MFCA dan detektor yang dipakai sudah bersifat addressable seluruhnya.

Sehingga pada saat terjadi kebakaran, detektor yang mempunyai alamat secara langsung mengirimkan sinyal kebakaran pada MCFA.

Hal ini tentu sangat memudahkan penemuan lokasi kebakaran dengan akurat melalui alamat detektor yang mengirimkan sinyal.

Baca juga di https://mabruka.co.id/blog/2020/04/15/instalasi-fire-alarm/

Oleh sebab itu, Sistem Addressable sangat cocok digunakan pada gedung-gedung besar.

Dari penjelasan mengenai Biaya Pemasangan Fire Alarm dan jenis-jenis sistemnya, dapat diketahui perbedaan sistem yang biasa digunakan pada Fire Alarm.

Dari ketiga sistem Fire Alarm yang sudah dijelaskan, manakah yang sesuai dengan kebutuhan Anda?