BERAPA BESAR POTENSI UMKM BISA BERGABUNG DENGAN PASAR DIGITAL UMKM?

BERAPA BESAR POTENSI UMKM BISA BERGABUNG DENGAN PASAR DIGITAL UMKM?

PASAR DIGITAL UMKM merupakan sebuah platform digital yang diperkenalkan pemerintah Indonesia melalui Kementerian BUMN yang dipimpin Erick Tohir pada pertengahan Agustus lalu. Tepatnya pada tanggal 17 Agustus 2020 dan dianggap sebagai sebuah hadiah terindah sebelum menutup tahun 2020 ini.

Tahun 2020 memang dipenuhi awan gelap bagi seluruh dunia dan akan tercatat dalam sejarah sebagai tahun terburuk yang pernah dilalui umat manusia. Bagaimana tidak? Selama setahun penuh seluruh dunia dihantam sebuah wabah virus yang bermula dari kota Wuhan, Cina. Virus ini diberi nama corona atau dalam isitlah kesehatan dikenal dengan virus Covid-19.

Wabah ini memberikan kerugian yang sangat besar kepada seluruh negara di seluruh dunia. Pertama, matinya perekonomian karena roda ekonomi tidak bisa berputar secepat biasanya. Akhirnya banyak orang harus kehilangan mata pencahariannya. Beberapa orang rela dipotong penghasilannya demi keberlangsungan perusahaan. Beberapa perusahaan juga lebih memilih menutup usahanya karena tidak mampu bertahan dengan kondisi seperti ini.

Terlebih lagi virus ini datang dengan tiba-tiba dan juga prosesnya sangat cepat. Tercatat mulai dari Desember tahun lalu hingga Desember 2020 ini sudah jutaan jiwa melayang akibat bahayanya virus ini. Bahkan di Indonesia sendiri sudah ada 500 ribu kasus positif dan 400 ribu lebih dinyatakan sembuh, 16 ribu dinyatakan meninggal dan sisanya masih dalam perawatan.

Salah satu sektor ekonomi yang paling parah terkena dampak dari wabah ini adalah UMKM. UMKM merupakan Usaha Mikro, Kecil dan Menengah yang selalu memberikan kontribusi terbesar kepada negara. Tercatat mereka telah menyelamatkan Indonesia saat terjadinya krisis moneter di tahun 1998. Berbeda dengan tahun 1998, tahun ini UMKM mengalami penurunan drastis, bahkan hampir 32 juta UMKM menyatakan tidak kuat bertahan dalam era pandemi ini dan memilih menutup usahanya.

Pemerintah pun mengupayakan berbagai cara agar UMKM di Indonesia bisa bangkit dari keadaan semacam ini dengan cara memberikan bantuan modal kepada pelaku UMKM dan tentunya juga memberikan keringanan beban kepada mereka, seperti beban pajak dan lain sebagainya.

Terlebih pemerintah telah memperkenalkan PASAR DIGITAL UMKM yang sudah disebutkan di atas. Platform ini akan menjadi tempat transaksi pengadaan barang dan jasa BUMN kepada UMKM secara online. Diharapkan UMKM bisa melakukan langkah yang cepat untuk segera bergabung dengan PASAR DIGITAL UMKM.

Semua orang tahu anggaran pengadaan barang dan jasa BUMN tidaklah kecil. Apalagi jika UMKM bisa memanfaatkan ini, maka mereka bisa menyambung hidup dan membangkitkan UMKM-nya kembali. Potensi anggaran belanja pengadaan barang dan jasa BUMN yang bisa digelontorkan di sepanjang tahun 2021 nanti bagi UMKM sebesar Rp35 trilliun dari 27 kategori produk yang ada di PASAR DIGITAL UMKM.

Saat ini, baru sekitar 13% populasi UMKM yang bisa bergabung di PASAR DIGITAL UMKM. Diharapkan di tahun 2021 nanti, jumlah UMKM bisa terus bertambah demi memperkaya variasi serta kualitas pengadaan barang dan jasa BUMN.